Diduga Oknum Polisi Terlibat Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Berita, Hukrim, Peristiwa650 Dilihat
Foto : Kapolres Subang AKBP Sumarni berbincang-bincang dengan Yosef saat terjadi kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang pada 18 Agustus 2021


Laskarmedia.com, Medan-
-Kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang hingga Minggu 31 Oktober 2021 masih belum terungkap tersangka pembunuhnya.

Hingga dua bulan lebih Polisi masih berjibaku untuk mengungkap tersangka pembunuh. Namun ada hal baru yang diungkap Muhammad Ramdanu alias Danu tentang adanya oknum Polisi atau banpol yang menyuruh membersihkan bak mandi.

Atas adanya anggapan mengenai oknum Polisi yang terlibat dan memperlambat pengungkapan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang pun mendapat tanggapan dari jajaran kepolisian Polres Subang melalui akun media sosialnya.

Seperti diketahui, ada oknum Polisi atau banpol yang menyuruh untuk membersihkan di TKP saat ditemukan dua korban yakni pada 18 Agustus 2021. Padahal lokasi tersebut seharusnya tidak disentuh karena telah terjadi kasus pembunuhan terhadap korban Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu alias Amalia Subang.

Kecurigaan adanya oknum Polisi pun terus menyebar bahkan semakin menguat terhadap adanya oknum Polisi yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang tersebut.

Pemimpin ATS Lawfirm, Achmad Taufan Soedirjo, kuasa hukum Danu menjelaskan, terkait pertanyaan yang diterima Danu yang datang ke TKP satu hari setelah kejadian pembunuhan.

Pertanyaan seputar kegiatan Danu pada 18 Agustus khususnya, pada saat Danu sedang masuk ke TKP. “Terkait oknum yang katanya Polisi atau banpol tapi lebih menekankan di situ,” katanya.

Dia membutuhkan Danu masuk ke dalam rumah TKP pembunuhan dan membersihkan bak. “Dan ini kita ikut bersyukur harus kita bongkar, karena ini satu hari setelah kejadian kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang,” katanya.

Dia meminta terkait Danu membersihkan bak mandi harus diusut tuntas. “Untuk hasil kami selesaikan semua kepada pihak penyidik kepolisian untuk selanjutnya diolah,” tambah Achmad Taufan Soedirjo.

Selain itu dalam pemeriksaan Danu juga menjelaskan keterkaitan oknum banpol dalam kasus Subang tersebut. “Untuk oknum, Danu mengenal dan sering di Polsek, bahkan Danu sempat memfoto orang tersebut saat berada di TKP,” katanya.

Achmad Taufan Soedirjo juga meminta dukungan kepada semua pihak agar kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang ini segera terungkap.

Di media sosial juga ramai dipergunjingkan terkait adanya oknum Polisi yang terlibat, bahkan dalam akun media sosial Instagram Polres Subang beberapa orang menyoal keterlibatan Polisi tersebut

Seperti diungkapkan akun wahidin.nawawi1: “kyknya ada oknum polisi dlm brperan jdi lama terungkap, dikasus pembunuhan Tuti Amel, smoga cpt trungkap, allahuakbar.” Demikian salah seorang netizen yang berkomentar dalam kolom komentar akun instagram Pores Subang.

Akun Instagram @polres_subang pun menjawab pernyataan akun @wahidin.nawawi1 dengan menyatakan “Kami pastikan tidak ada oknum polisi yang memperlambat kasus ini pa. Karna smua jajaran sat Reskrim sdg bekerja keras dlm menangani kasus ini. Mhon doanya.”

Sementara akun Instagram @maminyaalka berkomentar : “mohon dengan hormat ibu Kapolres untuk kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang di tggu penyelesaiannya. Saya percaya ibu kapolres seorang wanita juga seorang ibu pasti akan memberikan keadilan pada ke 2 almarhumah. Kasus ini sdh terlalu lama tdk selesai2 mohon ibu kapolres lebih tegas lg dalam menangani kasus ini”.

Akun polres_subang tidak memberikan jawaban atas pernyataan itu, hanya menjawab atas pernyataan @madypermady yang berkomentar Masih nunggu info tsk pembunuhan ibu dan anak di subang ahhas. Jawaban @polres_subang : jajaran sat Reskrim polres subang sdg bekerja keras dalam menangani kasus ini, mhon bersabar dan bnatu doa nya ya pa/bu.”

Seperti diketahui, kasus ibu dan anak dibunuh di Subang cukup menggegerkan masyarakat. Kasus pembunuhan di Subang itu yang jadi korban Tuti (55) dan Amelia Mustika Ratu (23).

Jasad ibu dan anak itu ditemukan di dalam bagasi mobil Toyota Alpard miliknya yang diparkir di halaman rumah korban di Kampung Ciseuti kecamatan Jalan Cagak Subang.

Awal ditemukan oleh Yosef, suami sekaligus ayah kedua korban. Saat itu pada Rabu 18 Agustus 2021 Yosef baru saja datang ke rumahnya sehabis menginap di rumah istri muda. Namun saat hendak masuk rumah, ternyata sudah berantakan dan penghuni rumah Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu tidak ditemukan.

Kemudian Yosef bergegas menuju kantor Polisi dan tidak lama lagi kembali ke rumahnya. Bersama Polisi akhirnya mayat kedua korban ditemukan di dalam mobil Toyota Alpard dengan keadaan bertumpuk di bagasi mobil.

Menurut Polisi, kedua korban mengalami patah tulang tengkorak kepala hingga luka robek. (LM-009)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *