Diduga Gelapkan Gaji Perangkat Desa, Kades Bawohosi Nias Selatan Dipolisikan

Berita, Daerah, Hukrim486 Dilihat

Laskarmedia.com, Nias Selatan — Baziduhu Ndruru Kepala Dusun 2 Desa Bawohosi Kecamatan Huruna Kabupaten Nias Selatan Provinsi Sumatera Utara melaporkan Kepala Desanya ke Polisi.

Baziduhu Ndruru resmi menyampaikan Pengaduan kepada Kepolisian Resort Nias Selatan atas dugaan Penggelapan Gajinya sebagai Perangkat Desa dengan Jabatan Kepala Dusun 2 yang tidak dibayarkan oleh Kades berinisial EH terhitung sejak Mei 2021 sampai Laporan Pengaduan disampaikan kepad Penegak Hukum.

Baziduhu menjelaskan kepada wartawan saat ditemui di Satreskrim Polres Nias Selatan bahwa sebelum melaporkan kasus ini di Polres sudah berulangkali saya mendatangi Bapak Kades maupun Kaur Keuangan Desa, namun tidak mendapat respon bahkan dengan lantang Kades EH mengatakan Sekalipun Presiden RI Bapak Jokowi yang memeritahkan Saya membayar tetap tidak mau membayar kalau tidak puas silahkan tempuh jalur hukum.

Sementara itu Kaur Keuangan Desa mengatakan kepada Baziduhu bahwa Gaji Baziduhu Ndruru telah dialihkan untuk menambah gaji Perangkat Desa lainnya.

Baziduhu menambahkan bahwa sebelumnya juga pernah menemui Pak Camat Huruna agar Gajinya dibayar oleh Kades EH, Camat hanya menyarankan untuk menemui Kades dirumahnya.

Baziduhu Ndruru selain membuat pengaduan di Polres Nias Selatan juga menyampaikan laporan Pengaduan kepada Kejaksaan Negeri Nias Selatan dan kepada Bupati melalui Inspektorat Nias Selatan, Baziduhu Nduru berharap agar Hak dibayarkan oleh Kepala Desa.

Saya sudah melaksanakan kewajiban saya sebagai Kepala Dusun dan aktif melakukan pembinaan Masyarakat diwilayah Dusun yang saya pimpin, Saya juga aktif ke Kantor Desa minimal 3 kali dalam 1 minggu.

Rekan-rekan saya Perangkat Desa lain telah dibayar gaji mereka tepat waktu, sementara Saya tidak dibayar, saya mengerti apa maksud dari Kepala Desa tidak bersedia membayar gaji saya tanpa alasan yang tepat.

EH Kades Bawohosi Saat wartawan melakukan konfirmasi melalui Aplikasi WathsApp tentang pengaduan Baziduhu Ndruru membenarkan benar belum dibayar sejak Mei 2021. EH beralasan bahwa Baziduhu Ndruru tidak melaksanakan kewajibannya sebagai Perangkat Desa.

Menurut EH bahwa Banziduhu Nduru sudah diberhentikan sebagai Kepala Dusun pada 28 Desember 2021 mengingat yang bersangkutan tidak aktif di Desa mazpun tidak pernah menghadiri Rapat-rapat di Desa.

Kades Bawohosi menjelaskan kalau Gaji Baziduhu Ndruru telah dikembalikan ke Kas Desa menjadi Silpa Ta. 2022. 

Baziduhu Nduru mengaku kalau dirinya tidak pernah menerima SK pemberhentian dan juga tidak pernah diberi peringatan oleh Kepala Desa.

Ketikan Wartawan menanyakan kepada Baziduhu Ndruru, kenapa sampai kepala Desa melakukan itu apakah pernah menolah perintah dari Kepala desa ?

Baziduhu menjelaskan bahwa pada tahun 2021 saya pernah menolak permintaan Kades untuk bersengkongkol membagi-bagi sisa dana pembangunan fisik di Desa, sejak itu Kades merasa tidak nyaman kepada saya, padahal saya tidak pernah mengadukan beliau baik kepada BPD maupun kepada Inspektorat.

Saya takut menerima uang tersebut karena berasal dari sumber Dana Desa yang peruntukannya tidak jelas, itu namanya Kades mengajak kami Perangkat Desa melakukan perbuatan Korupsi.

Saat ini Polres Nias Selatan sedang melakukan Penyelidikan dengan mengambil Keterangan Baziduhu Nduru Sebagai Pelapor dan telah memanggil beberapa saksi untuk diminta keterangan demikian disampaikan oleh Penyidik Reskrim Polres Nias Selatan, setiap pengaduan masyarakat kita tindak lanjuti.

Dalam Laporan Pengaduannya Baziduhu Ndruru mengatakan kalau Kepala Desa tersebut diduga melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud pasal penggelapan dan penggelapan dalam jabatan sesuai pasal 372 dan 374 KUHP (penggelapan yang dilakukan oleh orang yang penguasaannya terhadap barang disebabkan karena ada hubungan kerja atau karena pencariannya atau karena mendapat upah). Ancamannya dengan pidana penjara paling lama 5 tahun.

Terlepas Saya sebagai Perangkat Desa, Saya berharap Pemerintah Kapubaten Nias Selatan melalui Inspektorat dan Para Penegak Hukum agar melakukan Audit secara menyeluruh terhadap pengelolaan keuangan Desa Bawohosi Kecamatan Huruna karena diduga banyak hal yang tidak sesuai dengan kenyataan, salah satu contoh penggelapan terhadap Gaji Saya ini.

(LM-219)