Carut Marut Kinerja Pemerintah Nagekeo, Shafar : Saya Menyesal Telah Menjadi Ketua Tim Sukses

Daerah, Politik495 Dilihat

LaskarMedia.Com.Mbay — Ketua Tim Sukses atau yang kerap disebut Panglima Paket Yes pasangan Bupati Johanes Don Bosco Do dan Wakil Bupati Marianus Waja, Shafar Laga Rema menyebutkan bahwa dirinya menyesal telah mendukung dan menjadi ketua tim pemenangan paket yes pada periode 2018 – 2024.

Hal ini disampaikannya pada pembukaan sidang paripurna pengantar nota keuangan atas rancangan peraturan daerah tentang perubahan anggaran pendapatan dan belanja Daerah kabupaten Nagekeo tahun anggaran 2021 Kamis dini hari tanggal 28 Oktober 2021 di Mbay.

“Jujur pak wakil bupati, saya menyesal sudah menjadi pendukung bahkan jadi ketua tim pemenangan pakes Don – Marianus kemarin. Saya menyesal karena merasa berdosa dengan masyarakat yang sudah menitipkan ribuan harapan untuk mewujudkan misi perubahan itu. Namun yang kita alami saat ini memang perubahan, namun dari baik menuju ke arah yang buruk”.Ungkap Shafar.

Selain itu menurut Shafar, persoalan paling mendasar saat ini yakni amburadulnya kinerja Bapelitbangda Nagekeo. Bapelitbangda yang merupakan poros penting dari jalannya semua program pemerintah malah menjadi sumber persoalan dari molornya sidang perubahan apbd tahun ini. Saya juga kritik terhadap badan Baperjakat Nagekeo. Baperjakat tidak punya kemampuan untuk memperhatikan kemampuan seorang ASN untuk menempati posisi jabatan yang right man on the right place.

“Jangan mengeluh terhadap apa yang dilakukan oleh staf OPD yang malas, karena kalian yang sudah melantik mereka. Alasan tentang minimnya Sumber Daya Manusia kita di Nagekeo untuk mengelola SIPD seperti yang disampaikan wakil bupati Nagekeo merupakan alasan klasik. Sama seperti kalian berlindung dibalik Covid 19,padahal itu sudah merupakan bencana internasional, yang sudah ditangani secara massal dan seksama dari pusat hingga daerah yang diikuti dengan anggaran penanganan dan pencegahan “.Kata Ketua PKB Nagekeo itu.

Lebih lanjut Shafar mengatakan Ketua Tim TAPD dan Sekertaris TAPD juga tidak memahami secara utuh seluruh regulasi yang mengatur tentang posisi dan kedudukan banggar. Beberapa usulan program dan hasil rasionalisasi lembaga DPRD Nagekeo kemudian ditolak oleh pemerintah dengan alasan sistem penginputan sudah tutup, merupakan cerminan ketidakpahaman Tim TAPD terhadap keberadaan Banggar di lembaga DPRD.

“Dua – duanya tidak paham dengan semua regulasi yang mengatur tentang posisi dan kedudukan banggar di lembaga DPRD. Tidak ngerti mereka. Kerjanya ” Mbalelo”, tidak jelas arahnya, kesana kemari, sehingga lupa bahwa waktu sidang perubahan sudah di depan mata. Bupati dan wakil bupati sibuk palumat ke desa desa dan kampung kampung, sehingga tidak kontrol bawahannya untuk menyiapkan semua dokumen sidang perubahan tepat pada waktunya. Ganti saja ASN yang tidak disiplin,kebanyakan tidur dan kebanyakan mimpi. Ini urus negara (State) yang semuanya ada landasan aturannya”.Tegasnya.

Molornya sidang perubahan yang sejatinya sudah dilaksanakan pada bulan Agustus minggu kedua namun harus bergeser sampai akhir Oktober dinilai oleh mayoritas anggota DPRD Nagekeo sebagai kegagalan Pemda yang direncanakan secara sengaja untuk maksud dan tujuan tertentu.Pemda Nagekeo gagal dalam mempersiapkan semua kebutuhan sidang seperti dokumen,RPJMD,PPAS dan dokumen RKPD. Kalaupun disiapkan namun sudah di penghujung tahun 2021, yang sebentar lagi sudah mulai masuk ke pembahasan induk tahun 2022.

“Ada yang tidak beres dalam urusan ini. Mempersempit waktu sidang dengan memberikan sekian banyak dokumen untuk dibahas di lembaga DPRD Nagekeo merupakan sebuah rencana kejahatan yang terencana. Ada apa ini??? Seyogyanya sidang APBD Perubahan dilaksanakan pada bulan Agustus minggu kedua 2021,bukan di akhir Oktober dengan waktu yang sudah sangat singkat.Jangan sampai ada persoalan yang mau ditutup tutupi”.Demikian disampaikan salah satu anggota DPRD Nagekeo dari Partai Hanura Isidorus Goa.

Di kesempatan yang sama, Wakil Bupati Nagekeo Marianus Waja memberikan apresiasi terhadap lembaga DPRD Nagekeo yang sudah peduli dengan memberikan aneka kritikan maupun masukan positif demi sebuah perubahan di Nagekeo.

“Terima kasih atas semua atensi dan kepedulian dari anggota DPRD Nagekeo dalam hal ini mengkritisi dan memberikan masukan positif kepada pemda Nagekeo untuk melakukan pembenahan pembenahan di lingkup OPD. Dan saya mau sampaikan, beberapa usulan program melalui E Pokir yang diusulkan beberapa waktu lalu, pemerintah tidak menolak.Namun Pemerintah masih mencermati secara baik, untuk kemudian di input melalui sistem SIPD”.Tutup Marianus Waja. (LM-132)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *