Akibat Sering Nonton Video Dewasa, Adik Cabuli Kakak Kandung di Nias

Berita, Hukrim341 Dilihat
Ket Foto : Kasat Reskrim AKP.Iskandar Ginting di dampingi Kaurbin Ops Reskrim Iptu.Sugiabdi dan Tim Advokasi PKPA Iren Bohalima dan Eli Harefa. (LM-140)

Laskarmedia.com, Nias–Akibat sering nonton video porno di handphone temannya, SN alias S (15) warga Desa Hilina’a Tafuo, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias, Sumatera Utara mencabuli kakak kandungnya.

“Akibat perbuatan SN alias S, kini kakak kandungnya YN alias L (17) hamil 26 minggu atau 6,5 bulan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Nias AKP.Iskandar Ginting pada temu pers di Mapolres Nias, Selasa 23 November 2021.

Kasat Reskrim yang didampingi Kaurbin ops Sat Reskrim Iptu.Sugiabdi dan tim Advokasi Pusat Kajian Perlindungan Anak (PKPA) Eli Harefa dan Iren Bohalima memberitahu pelaku SN alias S kini ditahan di sel tahanan Polres Nias.

Dia mengungkapkan kasus pencabulan yang dilakukan adik kepada kakak kandungnya terungkap dari laporan orang tua keduanya yang bernama Adiria Zai alias Ina Putra.

Dimana pada tanggal 5 November 2021, Adiria Zai melaporkan tetangganya berinisial AW telah mencabuli putri kandungnya sejak bulan April 2021 sampai bulan Juni 2021 hingga hamil.

Mendapat laporan tersebut, penyidik PPA Polres Nias melakukan penyelidikan dan memeriksa korban dan sejumlah saksi, sehingga meningkatkan kasus tersebut ke tahap penyidikan dan sempat mengamankan AW.

Namun, saat dimintai keterangan, AW membantah telah mencabuli korban YN alias L, dan kepada Polisi AW memberikan bukti bukti bahwa dia tidak mencabuli YN alias L.

“Karena AW tidak mengaku dan memberikan bukti tidak mencabuli YN alias L, kita kembali memeriksa saksi saksi dan dari hasil pemeriksaan saksi saksi tersebut terungkap pelaku pencabulan terhadap YN alias L adalah adik kandungnya sendiri berinisial SN alias S,” terangnya.

Sehingga YN alias L diperiksa kembali, dan pada pemeriksaan tambahan, YN alias L mengakui
yang mencabuli dirinya adalah adik kandungnya sendiri dan bukan AW.

Kemudian SN alias S diamankan, dan kepada penyidik SN alias S mengakui perbuatannya, dan mencabuli kakak kandungnya sebanyak 5 kali di kamar kakak kandungnya sejak bulan April 2021 hingga Juni 2021.

“Kepada penyidik SN alias S mengaku nekad mencabuli kakak kandungnya karena sering melihat video dewasa pada telepon seluler milik teman temannya,” ungkap Kasat Reskrim.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 81 ayat (1), (3) dari undang undang republik indonesia nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang undang nomor 01 tahun 2016,

Tentang perubahan kedua atas undang undang nomor 23 tahun 2002 jo undang undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan undang undang republik Indonesia nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Di tempat yang sama staff advokasi Pusat Kajian Perlindungan Anak (PKPA) Iren Bohalima memberitahu jika selama pemeriksaan, korban dan pelaku selalu didampingi PKPA.

“Awalnya pada pendampingan pertama korban mengaku pelaku pencabulan terhadap dia adalah AW, namun pada pendampingan kedua korban mengakui pelaku cabul sebenarnya pada dirinya adalah adik kandungnya sendiri,” tutur Iren.

Iren juga menerangkan jika pelaku SN alias S telah mengakui kepada PKPA jika dia yang mencabuli kakak kandungnya sebanyak 5 kali hingga hamil 26 minggu atau 6,5 bulan.(LM-140)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *