12 Tahun Warga Desa Tuho’owo Nias Selatan Mengeluhkan Pelayanan PLN Cabang Nias

Laskarmedia.com, Nias Selatan — Warga Deaa Tuho’owo Kecamatan Hilimegai Kabupaten Nias Selatan mengeluh atas pelayanan PT. PLN (Persero)  Area Nias yang tidak pernah menanggapi keluhan mereka atas aliran tegangan Energi Listrik yang tidak stabil sejak pemasangan Jaringan Tegangan Rendah oada Tahun 2012 yang lalu.

Obedi Nduru alias Ama Teti menyampaikan keluhan  pelanggan PLN di Desanya bahwa sejak aliran tegangan energi listrik dari PT. PLN dipasang di rumah warga desa Tuho’owo pada Tahun 20112 sampai saat ini tegangan listriknya tidak stabil terutama pada jam 06.00 WIB s/d Pukul 10.00 WIB dan Sore hari mulai Pukul 16.00 Wib S/d 24.00 Wib, Kami tidak dapat menikmati aliran energi listrik.

Awal cerita pemasangan jaringan tersebut dibangun atas biaya swadaya masyarakat termasuk dalam pengerjaan. Tiang menggunakan kayu, makanya ketika kayu tersebut lapuk dengan mudah terjatuh ditanah.

Kami sudah berulangkali melaporkan kepada petugas pelayanan di Kantor jaga Lolowau namun tidak pernah mendapat tanggapan, sudah 12 tahun lamanya.

Toniyus Laia Kepala Desa Tuho’owo dan Obedi Ndruru Tokoh Masyarakat.

Sementara itu Toniyus Laia Kepala Desa Tuho’owo membenarkan keluhan warganya bahkan akibat aliran listrik yang tidak stabil proses administrasi Pemerintah desa terganggu dalam memberikan pelayanan kepada Masyarakat karena kami tidak bisa menggunakan komputer. 

Di Desa Tuho’owo juga ada sekolah dan tentu saja juga terganggu proses belajar mengajar. Pada era teknologi sekarang yang serba komputerisasi  anak-anak sekolah tidak bisa menggunakan fasilitas komputer dan teknologi lainnya.

Kabel JTR yang jatuh ditanah dan dibiarkan oleh PLN, sangat membahayakan Warga yang melintas.

Karena itu atas nama Pemerintahan Desa memohon bantuan dari Pimpinan PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara agar memperbaiki jaringan energi listrik yang masuk di desa kami. Ada 80 pelanggan yang sudah terdaftar namun tidak bisa menikmati pelayanannya.

Kami juga memohon kepada PT PLN agar memperbaiki kabel JTR yang jatuh ditanah karena sangat berbahaya untuk keselamatan warga yang melintas. Kata Kepala Desa mengakhiri wawancara dengan Wartawan Lasakrmedia.com (LM-001)